Sabtu, 16 Juni 2012

Pengertian dan Sejarah Beton Bertulang

PENGERTIAN DAN SEJARAH BETON BERTULANG

Definisi beton adalah batu batuan yang dicetak pada suatu wadah atau cetakan dalam keadaan cair kental yang dapat mengeras dengan baik.
Beton terdiri dari agregat halus, agregat kasar dan satu bahan pengikat.
Beton dalam keadaan keras, hanya mampu menahan gaya tekan saja.
Bahan pengikat yang dipakai umumnya adalah:
1. Portland cemen
2. Agregat kasar ( kerikil / kricak).
3. Agregat halus ( pasir ).

Besi tulangan dipergunakan untuk menahan gaya tarik ataupun geser. Umumunya dipergunakan baja.

Beton pertama kali di gunakan pada masa Romawi, yaitu dengan pecahan batu dengan semen Romawi. Adapun semen Romawi terbuat dari campuran kapur yang telah dibakar dan tanah puzzolan yang mengandung silikat dan dicampur dengan air.

Portlan cemen ditemukan oleh Joseph Aspdin (orang Inggris) pada tanggal 21 Oktober 1824.

Pada tahun 1861, Joseph Monier ( Perancis) menemukan konsep penulangan.
Jaring jaring besi ditemukan oleh Lambot (1850).

Tetapi pada prinsipnya , penemu beton bertulang adalah Monier dan mempatenkanya pada tahun 1867.

Pada tahun 1884 hak cipta Monier dijual pada perusahaan Freytag dan Heidschuch.

Pada tahun 1886 Koenen dari Jerman membuat perhitungan yang lebih meyakinkan.
Pada tahun 1892 di Perancis Hennebique menggunakan sengakng dan tulangan serong.


PERKEMBANGAN BETON BERTULANG

Peraturan peraturan beton bertulang :
1.A.C.I ( American Concrete Institude ) 
2. G.B.V (Gewapend Beton Voorscrifen )
3. United British Standart
4. Peraturan Beton Bertulang Indonesia tahun1955
5. Peraturan Beton Bertulang Indonesia tahun 1971 ( NI-2)
6. Peraturan Beton Bertulang SKSNI 1994 -03

Prinsip prinsip pembebanan dalam beton bertulang :
1. W.S.D yaitu teori elastisitas perbandingan antara modulus elastisitas baja dengan modulus elastisitas beton.
2. U.S.D yaitu cara perhitungan berdasarkan daya taha tertinggi dari bahan melawan momen lentur.

UNTUNG DAN RUGI PENGGUNAAN BETON BERTULANG

1. Keuntungan:
  • dapat dibentuk sesuai keinginan
  • tahan karat
  • tahan bakar
  • tidak ada pemeliharaan
  • tahan gempa
  • ukuran dapat lebih kecil
  • baik sebagai pondasi pada tanah yang jelek.
2. Kerugian:
  • Mutu beton tergantung pelaksanaan
  • tidak dapat dibongkar
  • tidak dapat dipindahkan
  • bongkaran tidak dapat dipakai
  • konstruksi berat
Demikian sedikit tentang sejarah beton bertulang. Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar